Metabolisme sangat dibutuhkan semua
mahluk hidup sebab metabolisme bertugas menyusun (Anabolisme) senyawa sederhana
menjadi senyawa kompleks dan membongkar (katabolisme) dari senyawa kompleks
menjadi senyawa yang sederhana. Tanpa metabolisme, mahluk hidup tidak dapat
bertahan hidup.
Hasil dari proses metabolisme
(produk) yaitu metabolit.
Metabolit dibagi menjadi dua :
metabolit primer dan ,metabolit sekunder.
Metabolit primer merupakan senyawa
yang menyusun sangat penting bisa dikatakan sebagai Fundantional building block
bagi mahluk hidup.
Metabolit sekunder bersifat tidak
mempengaruhi akan eksistensi mahluk hidup.
Tujuan lain metabolit sekunder
dibentuk untuk suatu bentuk upaaya untuk mempertahankan diri. metabolit
terdapat pada tanaman. Tanaman pada lahan yang tercemar ,kebakaran ,banjir ,dll
tanaman ini tidak dapat melarikan diri untuk menghindarinya ,namun dengan adanya
metabolit sekunder agar dapat mempertahankan diri maka tanaman tersebut akan
membentuk metabolit sekunder.
Contoh jenis hasil metabolit primer
yaitu Protein,Karbonhidrat,Lemak .
Contoh jenis hasil metabolit
sekunder yaitu Terpenoid,Steroid ,Flavonoid, Alkonoid dan poliketida.
A.
Definisi Metabolit
Metabolisme adalah reaksi kimia yang berlangsung di dalam
organisme hidup, dan merupakan reaksi yang sangat terkoordinasi, mempunyai tujuan,
serta mencakup berbagai kerjasama dari banyak sistem multi enzim. Secara singkat, metabolisme adalah
proses pembentukan metabolit. Metabolit adalah senyawa-senyawa organic yang
dihasilkan dan terlibat dalam metabolisme. Metabolisme
memiliki empat fungsi spesifik yaitu:
1. Untuk
memperoleh energi kimia dari degradasi makanan yang kaya energi dari lingkungan
atau dari energi solar.
2. Untuk
mengubah molekul nutrisi menjadi prekursor unit pembangunbagi makrmolekul sel.
3. Untuk
menggabungkan unit-unit pembngunan ini menjadi protein, asam nukleat, lipid,
polisakarida, dan komponen selainnya.
4. Untuk
membentuk dan mendegradasi biomolekul yang di perlukan dalam fungsi khusus sel.
Metabolisme
terdiri dari dua proses yag berlawanan, keduanya berangsung serempak. Aspek
metabolisme yang pertama adalah anabolisme, yaitu proses sintesis makromolekul
kompleks misalnya asam nukleat, lipid, dan polisakarida serta penggunaan
energi. Aspek metabolisme yag kedua adalah suatu proses yang berlawanan disebut
katabolisme. Proses katabolisme merupakan proses penguaraian bahan organik
kompleks menjadi bahan organik yang lebih sederhana atau bahan anorganik dan
menghasilkn energi, misalnya adenosin trifosfat (ATP) atau guanosine trifosfat
(GTP).
Metabolit
adalah hasil dari metabolisme. Metabolit dibedakan menjadi dua macam, yaitu
metabolit primer dan metabolit sekunder.
B.
Perbedaan
Metabolit Primer dan Metabolit Sekunder Mikroorganisme
Terdapat dua bentuk dasar metabolit mikroorganisme yang
disebut metabolit primer dan sekunder. Metabolit primer merupakan salah satu
yang dibentuk selama fase pertumbuhan primer mikroorganisme, sedangkan
metabolit sekunder merupakan salah satu yang dibentuk menjelang akhir fase
pertumbuhan primer mikroorganisme, seringkali menjelang atau fase stationer
pertumbuhan.
Disini akan dijelaskan perbedaan
antara metabolit primer dan metabolit sekunder antara lain sebagai berikut :
METABOLIT
PRIMER
|
METABOLIT
SEKUNDER
|
|
Distribusi
|
Merata dalam tiap organisme
|
Tidak merata
|
Fungsi
|
Universal .antara lain sember
energi dan pertumbuhan
|
Ekologis .antara lain sebagai
pertahanan hidup
|
Struktur
kimia
|
Struktur kimia sedikit perbedaan
|
Struktur kimia berbeda
|
Hasil
produk
|
Produk metabolit primer sama untuk
semua organisme
|
Produk metabolisme tergantung dari
spesies.
|
Fisiologis
|
Berkaitan dengan struktur kimia
|
Tidak berkaitan dengan struktur
kimia
|
1. Metabolit Primer
Metabolit
primer adalah suatu metabolit atau molekul yang merupakan produk akhir atau
produk anatara dalam proses metabolisme makhluk hidup, yang funsinya sangat
esensial bagi kelangsungan hidup organisme tersebut, serta terbentuk secara
intraseluler. Contohnya adalah protein, lemak, karbohidrat, dan DNA.pada
umumnya metabolit primer tidak diproduksi berlebihan. Pada sebagian besar
mikroorganisme, produksi metaboit yag berlebihan dapat menghambat pertumbuhan,
dan kadang-kadang dapat mematikan mikroorganisme tersebut. Proses metabolisme
tersebut untuk membentuk metabolit primer disebut metabolisme primer.
Mikroorganisme
menghasilkan metabolit primer, misalnya etanol; dan metabolit sekunder,
misalnya antibiotik. Metabolit primer diproduksi pada waktu yang sama dengan
pembentukan sel baru, dan kurva produksinya mengikuti kurva pertumbuhan
populasi secara paralel. Metabolit sekunder mikroorganisme tidak diproduksi hingga
sel mikroorganisme menyelesaikan secara lengkap fase pertumbuhan logaritmiknya,
dikenal sebagai fase tropofase dan memasuki fase stasioner. Periode
selanjutnya, ketika sebagian besar metabolit sekunder dihasilkan, disebut
sebagai idiofase. Metabolit sekunder mikroorganisme dapat merupakan konversi
dari metabolit primer mikroorganisme.
Ciri-ciri
metabolit primer yaitu :
a. Terbentuk melalui metabolisme primer
b.
Memiliki
fungsi yang esensial dan jelas bagi kelangsungan hidup organisme penghasilnya
(merupakan komponen esensial tubuh misalnya asam amino, vitamin, ukleotida,
asam nukleat dan lemak).
c.
Sering
berhubungan dengan pertumbuhan orgnisme penghasilnya.
d.
Bersifat
tidak spesifik (ada pada hampir semua makhluk hidup).
e.
Dibuat
dan dismpan secara intraseluler.
f.
Dibuat
dalam kuantitas yang cukup banyak
g.
Hasil
akhir dari metabolisme energi adalah etanol.
2. Metabolit Sekunder
Metabolit
sekunder diproduksi oleh mikroorganisme setelah fase pertumbuhan aktif telah
berhenti. Zat tersebut biasanya tidak diperlukan untuk metabolisme atau
pemeliharaan sel tujuan penting. Meskipun tidak dibutuhkan untuk pertumbuhan,
namun metabolit sekunder dapat pula berfungsi sebagai nutrisi darurat untuk
bertahan hidup.
Fungsi
metabolit sekunder bagi mikroorganisme penghasil itu sendiri sebagian besar
belum jelas. Metabolit sekunder dibuat dan disimpan secara ekstraseluler.
Metabolit sekunder tidak diproduksi pada saat pertumbuhan sel secara cepat
(fase logaritmik) tetapi biasanya disintesis pada akhir siklus pertumbuhan sel,
yaitu pada fase stasioner saat populasi sel tetap karena jumlah sel yang tumbuh
sama dengan jumlah sel yang mati. Pada fase ini sel mikroorganisme lebih tahan
terhadap keadaan ekstrm, misalnya suhu yang lebih panas atau dingin, radiasi,
bahan-bahan kimia, dan metabolit yang dihasilkannya sendiri (antibiotik).
Ciri-ciri
metabolit sekunder adalah :
a. Dibuat mealui proses metabolisme
sekunder
b.
Diproduksi
selama fase stasioner
c.
Fungsi
bagi organisme penghasil belum jelas, diduga tidak behubungan dengan sintesis
komponen sel atau pertumbuhan
d.
Dibuat
dan disimpan secara ekstraseluler
e.
Hanya
dibuat oleh spesies tertentu dan dalam jumlah terbatas
f.
Umumnya
diproduksi oleh fungi filamemntus dan bakteri pembentuk spora
g.
Merupakan
kekhasan bagi spesies tertentu
h. Biasanya berhubungan dengan
aktivitas anti ikroba enzim spesifik, penghambatan, pendorong pertumbuhan, dan
sifat-sifat farmakologis.
3. Hubungan
Metabolit Primer Dengan Metabolit Sekunder
Sebagian
besar metabolit sekunder merupakan molekul organik kompleks yang dibutuhkan
untuk sintesis sejumlah besar reaksi enzimatik spesifik. Sebagai contoh, saat
ini diketahui paling sedikit 72 tahap enzimatik yang dilibatkan dalam sintesis
antibiotika tetrasiklin dan lebih dari 25 tahap enzimatik pada sintesis
eritromisin, tidak satupun reaksi tersebut terjadi selama metabolisme primer,
karena bahan pemula untuk metabolisme datang dari jalur biosintetik utama.
Starting
material (precursor) biosintesis metabolit sekunder didapatkan dari proses
metabolisme primer (Dewick, 1999). Struktur dan jumlah dari prekursor
menentukan kerangka metabolit sekunder. Oleh sebab itu precursor-prekursor ini
sering disebut sebagai building blocks dari metabolit sekunder. Secara garis
besar hanya ada 3 senyawa antara (intermedier) pokok, yaitu : asetat,
shikimat dan mevalonat, ditambah beberapa L-asam amino (seperti ornitin dan
lisin) yang berasal dari proses metabolism primer, seperti fotosintesis,
glikolisis, siklus pentosa dan krebs (gambar 2, didalam kotak), degradasi β
-oksidasi, dll. Jadi senyawa antara tersebut merupakan “jembatan” antara
metabolisme primer dan sekunder.
Berdasarkan
pada macam senyawa antara sebagai sumber precursor, maka biosintesis metabolit
sekunder dapat dikelompokkan menjadi beberapa jalur (pathway), yaitu: jalur
asam asetat (Acetic pathway), jalur asam shikimat (Shikimate pathway), jalur
asam mevalonat (Mevalonate pathway), dan jalur-jalur biosintesis alkaloid,
protein/peptide, dan karbohidrat. Berdasarkan jalur biosintesis tersebut maka :
senyawa-senyawa asam lemak (baik jenuh maupun tidak jenuh), prostaglandin,
makrolid, poliketid aromatic biosintesisnya masuk ke dalam jalur asam asetat;
sedangkan senyawa-senyawa asam amino aromatic, flavonoid, terpenoid, lignan,
lignin, flavonolignan, dll. Biosintesisnya masuk ke dalam jalur shikimat. Biosintesis
kelompok terpen (seperti monoterpen, seskuiterpen, diterpen, triterpen, dan
tetraterpen), steroid, dll. Masuk ke dalam jalur mevalonat. Sedangkan
biosintesis bermacam-macam alkaloid (seperti kafein, teofilin, kinin, kuinidin,
kodein, morfin dan lain-lain) masuk ke dalam jalur precursor asam amino; dan
bermacam-macam protein/enzim, hormone, oligopeptida, masuk ke dalam jalur
peptide dengan precursor asam amino protein. Adapun biosintesis bermacam-macam
gula (baik monosakarid, olgosakarid, maupun polisakarid) masuk ke dalam jalur
karbohidrat (Dewick, 1999).
C. Manfaat Metabolit Primer dan
Metaboit Sekunder dalam Kehidupan
a. Metabolit
Primer
Metabolit dan metabolisme primer
dibutuhkan untuk menunjang terjadinya pertumbuhan pada setiap organisme; oleh
karena itu bersifat growth link.
b. Metabolit
Sekunder
Metabolit sekunder banyak bermanfaat
bagi manusia dan makhluk hidup lain karena banyak diantaranya bersifat sebagai
obat, pigmen, vitamin ataupun hormone serta kebanyakan diantaranya adalah
antibiotik. Contohnya adalah kloramfenikol dariStreptomyces venezuellae,
Penicillin dariPenicillium notatum, dan papaverin yang dihasilan
oleh Papaver sp.
PERMASALAHAN
:
1. Bagaimanakah hubungan struktur dan
kreatifan beberapa senyawa organik bahan alam terhadap suatu penyakit tertentu
?
2. Jelaskan bagaimana suatu senyawa organik bahan alam dapat diketahui alur biosintesisnya ?
2. Jelaskan bagaimana suatu senyawa organik bahan alam dapat diketahui alur biosintesisnya ?
Baiklah ayu, saya akan menjawap permasalahaan ada yang kedua, Biosintesis senyawa bioaktif atau metabolit sekunder sangat beragam tergantung golongan senyawa yang bersangkutan. Prazat atau senyawa awal pembentuk metabolitsekunder berasal dari metabolisme primer
BalasHapusPada gambar ditunjukkan bagaimana metabolit (prazat) terbentuk dari proses dasar yaitu fotosintesis, glikolisis, daur krebs yang menghasilkan energi pada metabolisme antara. Sejumlah prazat diperlukan, namun jenisnya terbatas, sehingga metabolisme dapat berlangsung dari hanya beberapa prazat yang terbatas.
prazat yang sangat penting digunakan dalam biosintesis metabolit sekunder diturunkan dari zantara asetil koenzim A (acetyl-CoA), asam sikimat, asam mevalonat. Zantara ini diperlukan secara berturutan dalam jalur asetat, sikimat dan mevalonat, yang merupakan dasar biosintesis metabolit sekunder (Dewick, 2002).
Secara umum, ada tiga jalur pembentukan metabolit sekunder, yaitu melalui :
jalur asetat,
jalur sikimat
jalur mevalonat.
Berdasarkan hal tersebut pembentukan metabolit sekunder dapat berasal dari satu atau lebih prekusor.
Metabolit sekunder yang terbentuk melalui jalur asetat mis. : prostaglandin, antibiotik bersama-sama dengan asam lemak.
Melalui jalur sikimat akan terbentuk a.l. : turunan asam sinamat, senyawa fenol, lignan, flavonoid dan golongan senyawa alkaloid.
Jalur asam mevalonat sangat berperan di dalam biosintesis senyawa-senyawa terpenoid dan steroid .
saya akanmenjawab soal nomor 1
BalasHapusAlkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tetumbuhan (tetapi ini tidak mengecualikan senyawa yang berasal dari hewan). Asam amino, peptida, protein, nukleotid, asam nukleik, gula amino dan antibiotik biasanya tidak digolongkan sebagai alkaloid. Dan dengan prinsip yang sama, senyawa netral yang secara biogenetik berhubungan dengan alkaloid termasuk digolongan ini.
Beberapa alkaloid yang terkenal adalah caffein, dan nikotin yang telah digemari manusia sejak dulu kala. Senyawa ini mampu bekerja sebagai stimulant sistem saraf manusia agar tetap segar. Struktur molekul dari caffeine mengandung basa nitrogen cincin imidazol. Sedangkan Nikotin terdapat dalam tembakau, saat ini dunia sedang memerangi penggunaan tembakau, beberapa effek fisiologisnya adalah menaikkan level adrenalin di dalam darah.